Saturday, November 21, 2009
THE AUTO INFOL ^_^ Jok Motor Antihujan dan Sepatbor LED
Apalagi sering parkir di tempat terbuka, kombinasi terik dan hujan mempercepat rusaknya busa. Untuk mencegahnya, Rojak menyediakan bahan cover jok terbuat dari bahan parasut. Trus, dipilih warna silver karena bisa memantulkan cahaya dan panasnya matahari.
Harganya Rp25 ribu, untuk semua jenis jok, termasuk yang panjang seperti Suzuki Skywave 125. Peminat bisa pensan di 0818-0751-9776.
Buat yang sudah memodifikasi motor, ada sepatbor belakang berikut lampu stop. Desainnya, mirip punya Kawasaki KLX150, tapi ada beberapa perbedaannya. Di antaranya bohlam menganut sistem LED sebanyak 13 bohlam, 12 di antaranya untuk malpu rem. Sedang satu LED lagi untuk menerangi pelat nomor. Modelnya lebih ramping dengan harga (satu set) Rp275 ribu. Yang berminat bisa sambangi toko variasi F-16 Motor, Jl. Ciledug Raya F-16, Karang Timur, Tangerang, Telp. (021) 73446678.
Friday, November 20, 2009
THE POP INFOL: 20 Kasus Flu Babi Ditemukan di Tanah Suci
"Dua belas orang di antara mereka masih dirawat, selebihnya masih diobservasi," kata Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr Abdullah Al-Rabeeah seperti dikutip Arabnews.com, Jumat.
Menkes Arab itu tidak menyebutkan asal kebangsaan pasien. Namun, ketika dikonfirmasi ke Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) dr Barita Sitompul, tidak ada anggota jemaah haji Indonesia yang terbukti mengidap virus tersebut.
Menurut dia, memang ada tiga anggota jemaah haji Indonesia yang tertangkap kamera pemindai panas tubuh yang dipasang di bandara debarkasi (Jeddah dan Madinah). Namun, setelah diobservasi di Rumah Sakit King Saud Jeddah yang dirujuk untuk menangani kasus-kasus A-H1N1 , ketiganya dinyatakan negatif dari infeksi penyakit yang telah menjadi pandemi itu.
Menurut dr Barita, ketiga anggota jemaah itu hanya mengalami influenza karena kelelahan akibat perjalanan panjang dari Tanah Air menuju Tanah Suci.
Menkes Arab itu selanjutnya mengatakan bahwa, untuk mengantisipasi kemugkinan wabah flu babi merebak, khususnya pada saat musim haji, ia telah menunjuk 80 konsultan untuk menangani pusat kesehatan intensif yang dikelola pakar-pakar pengawasan penyakit menular dari Arab Saudi dan Amerika Serikat.
Ia juga menjamin persediaan l,5 juta dosis vaksin A-H1N1 yang disediakan untuk jemaah haji. Sehari sebelumnya, pihaknya juga melakukan koordinasi guna membahas persiapan layanan kesehatan yang akan diberikan kepada jemaah haji.
"Kami akan lakukan tindakan antisipasi (precautionary action) untuk melindungi jemaah haji dari berbagai penyakit, termasuk flu babi," ungkapnya seraya menambahkan bahwa sebuah laboratorium Robotic, Cognitif, dan Biometic (BCR) telah dioperasikan di Mina dan Mekkah untuk mendeteksi virus flu babi.
Kementerian Kesehatan Arab, lanjutnya, juga telah membangun 14 rumah sakit di Mekkah berkapasitas 2.782 tempat tidur, termasuk 244 tempat tidur di ruang perawatan intensif dan 287 tempat tidur di ruang rawat darurat.
Selain itu, masih ada 35 pusat kesehatan permanen di Mekkah, sembilan pusat kesehatan selama musim haji di ruas jalan bebas hambatan Mekkah-Madinah dan empat lagi di kawasan Masjidil Haram.
Sebanyak 28 pusat kesehatan akan dioperasikan di Mina, 46 pusat di Padang Arafah dan 6 pusat kesehatan di Muzdalifah. Lebih dari 2,5 juta umat Islam sedunia diperkirakan akan "tumplek" pada acara rangkaian puncak ritual ibadah haji (Wukuf di Padang Arafah dan melontar jumrah di Mina mulai 9 hingga 12 Zulhijah (26-30 November).
Kementerian Arab Saudi merekrut 10.000 tenaga kesehatan, termasuk 100 dokter, yang 60 orang di antaranya dokter ahli penyakit menular dari mancanegara dan 147 perawat untuk menangani unit layanan darurat dan intensif di pusat-pusat kesehatan selama musim haji 1430 H.
Sebanyak 62 orang tewas di Arab Saudi akibat terinfeksi virus A-H1N1 dari sekitar 7.000 orang yang terduga terinfeksi. Namun, 95 persen di antara mereka dilaporkan sembuh total.
Monday, February 9, 2009
PIDATO OBAMA KUTIP HADIST RASULULLAH SAW
Tidak ada seorang pun diantaramu yang beriman sampai dia mendoakan saudaranya seperti ia mendoakan dirinya sendiri.
Dengan mengutip hadist ini Obama hendak menegaskan kembali keyakinannya bahwa tak ada satu agama pun yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya, serta tidak ada Tuhan yang memperbolehkan umat-Nya menghabisi hidup manusia lain.
Obama mengajak para pemuka agama dan tokoh bangsa serta politisi dari berbagai negara yang menghadiri National Prayer Breakfast itu untuk tetap mengingat bahwa kebencian dan konflik yang terjadi di era modern ini seringkali diakibatkan oleh kesalahan dan kekeliruan dalam membaca dan memahami teks kitab suci. Seringkali pula agama dan ajaran agama dijadikan alasan suci yang tak terbantahkan untuk melakukan kekerasan kepada kelompok lain.
Semua agama, sebut Obama, baik Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha, Konghucu, maupun penganut ajaran kemanusian memiliki hukum emas (Golden Rule) yang sama, yakni mengajak para pemeluknya untuk mencintai dan menghargai sesama manusia.
Apapun yang kita pilih sebagai keyakinan kita, marilah kira mengingat bahwa tidak ada agama yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya, ujar Obama.
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, termasuk di antara sekitar seribu tokoh agama dan politisi yang diundang menghadiri kegiatan itu.
Kehadiran Obama yang baru belasan hari memimpin negeri adidaya ini dalam NPB pertama yang diadakan di masa pemerintahannya sempat simpang siur. Maklumlah, saat ini Obama tengah menghadapi saat-saat yang terbilang genting di awal pemerintahannya.
Setidaknya, empat dari kandidat menteri yang diusulkannya kepada Kongres AS terganjal kasus korupsi dan pengemplangan pajak di masa lalu. Sementara rancangan stimulasi ekonomi yang diusulkannya ke Kongres mendapat perlawanan ketat dari kubu Republikan walau akhirnya disetujui pada hari Jumat ini waktu setempat (6/2) atau Sabtu dinihari WIB (7/2) .
Namun akhirnya Obama menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun silam. National Prayer Breakfast diselenggarakan setiap hari Kamis pertama bulan Februari. Dalam kesempatan ini, para pemimpin Amerika duduk bersama untuk memanjatkan doa agar negeri itu dapat menghadapi berbagai persoalan yang menghadang mereka. Beberapa tahun terakhir, tokoh agama dan politisi dari berbagai negara pun dilibatkan dalam kegiatan ini.
Seperti biasa, senyum Obama mengembang saat memasuki ruang pertemuan. Obama melambaikan tangannya ke arah peserta. Perhatiannya sempat berhenti saat melihat Wapres Jusuf Kalla yang berdiri di barisan depan, di meja nomor 4. Kalla pun melambaikan tangan ke arah Obama.
Kehadiran Kalla dalam National Prayer Breakfast ini menjadi istimewa karena dia adalah tamu negara pertama yang diterima oleh pemerintahan Obama. Sehari sebelumnya, Jusuf Kalla mengadakan pertemuan dengan Wapres AS Joe Biden di West Wing, White House, Washington DC. Dalam pembicaraan tersebut Joe Biden berkali-kali mengatakan betapa Obama baik secara pribadi maupun sebagai presiden Amerika Serikat memberikan perhatian luar biasa kepada Indonesia dan peranannya di panggung politik internasional. Bukan saja karena Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, namun juga karena dalam satu dekade terakhir Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah AS dan India. Dunia internasional pun diharapkan dapat belajar dari pengalaman berharga yang dimiliki Indonesia dalam menghadapi konflik dan kekerasan komunal di sejumlah daerah di Indonesia.
Jusuf Kalla pun diberi kesempatan menjadi pembicara kunci dalam santap siang yang dilakukan sehari sebelum National Prayer Breakfast (4/2). Dalam pidatonya, Jusuf Kalla membagi cerita mengenai pekerjaan besar Indonesia menghadapi dan menyelesaikan konflik secara damai di sejumlah daerah.
Tafsir yang sempit terhadap ajaran agama, kata Kalla, pun seringkali menjadi faktor pendorong yang memperparah konflik. Dalam sejumlah kasus, tokoh agama tidak bertindak sebagai jurudamai, sebaliknya menjadi pendorong utama kekerasaan dengan, antara lain, menjanjikan surga di akhirat bagi pemeluk agama yang mau melakukan kekerasan dan bahkan menghabisi hidup manusia lain yang kebetulan berbeda keyakinan.
Adapun Obama meminta agar pemerintahannya, terutama Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton tidak melupakan Indonesia sebagai salah satu negara kunci dan negara penting di Asia. Itu pula sebabnya, Hillary Clinton segera mengajukan permohonan visa Indonesia ke KBRI di Washington DC segera setelah dirinya dilantik dan disumpah menjadi Menlu AS menggantikan Condoleezza Rice.
Eh, jangan lupa, Indonesia juga (harus dikunjungi), kata Obama kepada Hillary saat dia dan Hillary tengah membahas rencana perjalanan Hillary ke Asia. Cerita mengenai hal ini juga disampaikan Joe Biden dalam pertemuan dengan Jusuf Kalla itu.
Dengan arah baru politik luar negeri Amerika Serikat ini, dapat dipahami bila kemudian Obama memilih tema keberagaman agama dalam sambutannya pada National Prayer Breakfast kali ini.
Kita mengimani keyakinan yang berbeda. Kita terikat pada keyakinan mengapa kita di sini, dan akan kemana kita pergi. Sebagian dari kita memilih untuk tidak percaya sama sekali. Tetapi, apapun yang kita pilih untuk kita yakini, marilah kita semua mengingat bahwa tidak ada agama yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya, ujar Obama.
Obama yang lahir dan besar di Hawaii serta pernah menghabisi masa kanak-kanaknya di Indonesia ini berjanji bahwa pemerintahannya tidak akan menjadi alat kekuasaan bagi sekelompk penganut agama tertentu untuk menaklukan penganut agama lain. Juga tidak menjadi alat dari kelompok agama untuk mengalahkan kelompok sekular.
Pada bagian lain dia juga bercerita tentang latar belakang agama keluarga yang membesarkannya.
Saya tidak dibesarkan di keluarga yang religius. Saya memiliki ayah yang dilahirkan sebagai orang Islam tapi kemudian menjadi atheis, kakek dan nenek yang tidak mempraktikan ajaran Methodist dan Baptist, dan ibu yang ragu terhadap agama yang diorganisir. Namun demikian, dia (ibu saya) adalah orang yang paling religius yang pernah saya tahu. Dia adalah orang yang mengajarkan kepada saya sejak saya kecil bahwa manusia harus mencintai sesama, cerita Obama.
Dia menambahkan dirinya baru menjadi penganut Kristen setelah pindah ke Chicago, Illinois. Dia memeluk agama Kristen bukan karena indoktrinasi atau tercerahkan secara tiba-tiba. Namun, kata Obama lagi, karena dia selama bertahun-tahun bekerja dengan organisasi gereja untuk membantu orang-orang kurang beruntung di sekitar lingkungannya, terlepas dari warna kulit mereka juga agama dan keyakinan mereka.
Hal itu terjadi di jalanan, di lingkungan yang kurang beruntung seperti itu, saat pertama kali spirit Tuhan menghampiri saya. Disitulah saya merasakan sesuatu yang saya sebut tujuan yang lebih tinggi, yakni tujuan Tuhan, demikian Obama.
PALESTINE NEWS FEB, 9TH 2009 PART 02
| Kedatangan Abbas di Turki Disambut Demonstrasi | | | |
| |
| Unjuk rasa berlangsung pada hari Sabtu (7/2) kemarin terpusat di dua kota besar Turki, yaitu Istanbul dan Ankara. Ratusan demonstran tampak memegang spanduk dan poster yang berisi "kecaman dan sindiran" untuk Abbas. Salah satu isi tulisan pada spanduk dan poster tersebut menyatakan, "La Ahlan wa La Harian Turki berbahasa Arab Akhbar al-Alam (8/2) melansir, salah seorang pengunjuk rasa menyatakan jika Mahmud Abbas tidaklah representatif sebagai wakil bangsa Palestina. Abbas mengunjungi Turki terkait upaya meraih simpati untuk memulihkan kondisi negerinya yang porak poranda akibat invasi Israel |
PALESTINE NEWS FEB, 9TH 2009
Campur Tangan AS di Timur Tengah Untuk Kepentingan Israel
Sebuah laporan strategis mengungkap kebijakan-kebijakan politik pemerintahan AS dibawah pemerintahan Presiden Barack Obama di Timur Tengah, terutama kebijakan AS dalam konflik Israel-Palestina. Dari laporan itu terungkap bahwa Gedung Putih akan menerapkan metode untuk melibatkan diri secara langsung dalam proyek-peroyek di Timur Tengah dan dalam konflik Israel-Palestina, namun AS akan melakukannya semata-mata untuk kepentingan Israel.
Laporan tersebut dibuat oleh lembaga studi dan konsultasi Zaituna Center bulan Desember lalu, yang menyebutkan bahwa Obama telah menegaskan di hari pertama pemerintahannya sebagai presiden baru AS bahwa ia akan melibatkan diri langsung dalam konflik Arab-Israel. Disebutkan pula bawa pemerintahan AS menjadi konflik Arab-Israel sebagai persoalan penting yang akan menjadi salah satu prioritas mereka.
Dari laporan itu juga diketahui bahwa Obama akan mengadopsi cara-cara yang pernah dilakukan mantan presiden Bill Clinton dalam melibatkan AS secara langsung dalam konflik tersebut, namun Obama akan lebih berhati-hati dalam melakukannya agar kesalahan Clinton yang membuat negosiasi selama delapan tahun gagal, tidak terulang lagi. Itulah sebabnya, Obama menunjuk George Mitchell sebagai utusannya untuk masalah Timur Tengah.
Mitchell, kata laporan tersebut, memiliki kepribadian yang pragmatis dan realistis dan bisa menghindari diri untuk tidak membuat penilaian-penilaian ideologis. Selain itu, Mitchell dianggap memiliki track-record yang cukup baik ketika menangani konflik antara Inggris dan kelompok pemberontak Irlandia Utara (IRA) sehingga berhasil mencapai kesepakatan damai pada tahun 1998. Tapi di sisi lain, menurut laporan itu, kelompok lobi Zionis di AS khawatir sikap Micthell yang realistis akan menyulitkan posisi Israel di AS.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Obama mendengarkan masukkan-masukkan dari banyak pejabat tak resmi seperti mantan presiden Jimmy Carter dan mantan penasehat keamanan nasionalnya Zbigniew Brzezinkski. Dua tokoh di luar lingkaran pemerintahan Obama, yang tidak segan-segan mengkritik Israel yang bisa jadi akan memberikan kontribusi bagi hasil-hasil kesepakatan yang sedikitnya memberi peluang bagi kepentingan Palestina.
Hamas dan Gencatan Senjata
Sementara itu, mediasi Mesir antara Israel-Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata sudah hampir menemui titik temu, tinggal menunggu pernyataan resmi dari pihak Israel. Pihak Hamas, melalui juru bicaranya Fawzi Barhoum mengatakan, gencatan senjata jangka panjang tinggal menunggu waktu saja jika upaya negosiasi yang dilakukan Mesir ke Israel sukses.
Jika kami menerima jawaban-jawaban yang meyakinkan dari Israel melalui Mesir, kami berharap kesepakatan gencatan senjata jangka panjang akan tercapai dalam beberapa hari mendatang," kata Barhoum.
Hamas tetap pada persyaratannya berupa pencabutan blokade, penghentikan agresi dan pembukan kembali perbatasan-perbatasan yang ditutup Isrel dalam negosiasi tersebut. Dan menurut surat kabar Israel Haaretz melaporkan, draft kesepakatan gencatan senjata selama 18 bulan sudah tercapai.
Kabar itu tersiar setelah pimpinan senior Hamas di Gaza Mahmoud Al-Zahar kembali ke Mesir hari Sabtu kemarin untuk membahas masalah Gaza. "Kami sepakat untuk menyatukan sikap, semuanya tergantung pada otoritas Mesir dan kami akan menyampaikan respon mereka pada pimpinan kami di Damaskus, setelah itu kami akan kembali ke Cairo," kata Zahar dalam pemunculan pertamanya setelah agresi brutal Israel ke Gaza.
Perkembangan baru juga terjadi dalam kasus Gilad Shalit, prajurit Israel yang tertangkap dan ditawan pejuang Palestina di Gaza. Laporan televisi Turki menyebutkan bahwa kesepakatan tentang pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel dipekirakan akan tercapai hari Selasa lusa.
Dalam pernyataannya di saluran televisi Israel Channel 1, Menhan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa pihaknya melakukan upaya-upaya maksimum untuk segera membebaskan Shalit. Tapi kali ini Barak mengakui pertukaran Shalit membutuhkan "biaya tinggi".
"Kami tahu Shalit masih hidup dan kondisi yang baik-baik saja. Tapi kami harus membawanya dari Gaza ke sini (Israel)," kata Barak.
Dari Turki dilaporkan, delegasi Turki yang memediasi kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk membebaskan Shalit dengan cara pertukaran tahanan, sudah berangkat ke Suriah untuk memediasi kesepakatan itu. Selain Turki, Qatar juga berperang dalam upaya kesepakatan pertukaran tawanan antara Israel-PalestinaSunday, November 30, 2008
NATAL ITU BOHONG
NATAL DAN KEBOHONGANNYA
Al Quran menyatakan dengan tegas :
?Sungguh benar-benar kafirlah orang yang berkata: ?Allah itu adalah Isa Al Masih Putera Maryam? [Qs. Al Maaidah 72].
Dalam bukunya THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS Herbert W. Armstrong seorang Pastur Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat dan juga sebagai kepala editor majalah Kristen "Plain Truth" yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar tiap bulan mengungkap seluruh kebohongan tentang asal usul Natal yang tidak lain dan tidak bukan hanya merupakan sebuah "DAGELAN" kaum Murtadin yang berasal dari peringatan hari lahirnya Dewa Matahari lalu entah siapa yang memulainya telah dijadikan menjadi tanggal lahirnya "yesus" dan perayaan Natal. Belum lagi ditambah berbagai pernik yang tidak masuk akal disekitar "Natal" (Piet hitam, Santa Claus, salju), sebenarnya sudah bisa menjelaskan atas perayaan DAGELAN tersebut.
Lalu ada polemik disebagian umat Islam tentang boleh tidaknya mengucapkan "selamat" hari Natal kepada kawan atau mungkin saudaranya yang kebetulan beragama Nasrani, padahal sudah jelas jangankan mengacu pada Al Quran, dengan mengacu pada temuan temuan atas kebohongan 'misteri natal" saja sudah selayaknya umat Islam menutup mulutnya atas hal itu.
Natal bagi kaum muslimin"
Peringatan Natal (ulang tahun kelahiran Yesus) beda sama sekali dengan peringatan Maulid Nabi (peringatan kelahiran Rasulullah saw.) atau dengan proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus. Peringatan Maulid Nabi dan Proklamasi RI sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ibadah mahdah (ritual), yang boleh ditinggalkan atau diselenggarakan, bukan masalah. Sedang Natal dalam Kristen, merupakan ibadah yang musti diperingati setiap tahun sebagaimana kedudukan shalat Ied bagi umat Islam. Bagi umat Islam, peringatan Natal yang dirayakan umat Kristen itu adalah hak asasi mereka. Umat Islam tidak usah menghalang-halangi dan meributkan kemeriahan Natal, selama perayaan itu tidak mengganggu akidah umat Islam.
Namun, perayaan Natal berubah jadi masalah antaragama, ketika ada pihak-pihak Kristen yang ingin mendapatkan sambutan iman dari umat agama lain, terutama Islam. Misal, ingin agar umat Islam mengucapkan ?Selamat Hari Natal? pada mereka. Ingin agar umat Islam (terutama para pejabat tinggi negara) ikut merayakan Natal bersama di gereja, dan lain sebagainya. Bagi sebagian umat Kristen, diberi ucapan Selamat Natal oleh umat Islam adalah satu kebanggaan dan kemenangan yang tak ternilai harganya.
Hal ini tercermin dalam tulisan Pendeta (murtadin) Rudy Muhammad Nurdin dalam bukunya:
?Sebagai pengikut Nabi Muhammad saw patutlah dan tidak salah muslim juga mengucapkan Salamah Maulid Isa Almasih (Selamat Natal Qurani) ?? Kisah Riwayat Nabi Muhammad saw. yang menikah dengan Siti Khadijah, isteri pertama nabi yang pada waktu itu beragama Kristen Nasrani, dan pada waktu itu agama Islam belum ada. Tentu umat pada waktu itu merayakan Maulid Nabi Isa as. yang kemudian diterjemahkan jadi Natal, bahasa yang berasal dari Brasilia (bahasa Latin). Bagi saya baik-baik saja agar Natal diganti dengan Selamat Maulid Isa Alaihisalam? (Selamat Natal Menurut Al Qur?an, hal. 11-12).
Itu sangat mengada-ada. Jangankan Nabi Muhammad, Nabi Isa dan para pengikutnya sampai abad ke-4 saja tidak pernah merayakan ulang tahun kelahiran Nabi Isa. Dari ratusan buku, ensiklopedi, dan hadits yang telah dikaji oleh Tim FAKTA, tak satupun yang menuliskan bahwa Nabi Muhammad pernah merayakan Natalan bersama umat Kristen. Tuduhan Pdt. Nurdin itu adalah kebohongan besar.
Misteri 25 Desember
Para Teolog yang berpikir kritis dan ilmiah, secara jujur mengakui 25 Desember bukan hari lahirnya Yesus. Tabloid Victorius edisi Natal tahun lalu mengungkapkan keheranannya soal Natal yang misterius: ?Entah kapan dan siapa tokoh pencetus hari Natal, hingga sekarang masih dicermati.
Dan apa benar tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Yesus? Ini masih misterius?.
Dr. J.L. Ch. Abineno menambahkan: ?Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak kenal perayaan Natal. Gereja tidak tahu pasti kapan ?pada hari dan tahun keberapa? Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data soal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8). Itu berarti Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan November? (Buku Katekisasi Perjanjian Baru, hal. 14).
Misteri 25 Desember dan kontroversi Natal, asal-usulnya masih diperdebatkan tak ada ujung pangkalnya. Tidak heran jika sebagian kalangan Kristen ada yang merayakan Natal pada 6 Januari, atau 25 Maret, atau 19 April. Bahkan Kristen Advent tidak merayakan Natal sama sekali.
Asal-usul Natal
Akar perayaan Natal berasal dari kebudayaan bangsa Romawi. Orang Romawi sekitar abad ke-10 hingga 7 sebelum Yesus lahir (sebelum Masehi) mengenal hari lahirnya Dewa Matahari yang diperingati tiap 25 Desember dengan sebutan ?Saturnalia?. Hari itu dianggap sebagai ?The Winter Saltice?, saat mana matahari berada di titik yang paling jauh dari katulistiwa.
Saat matahari memperpanjang kekuatan untuk naik dalam titik balik perjalanan tahun. Saat itulah beberapa daerah di Eropa menjadi siang sepanjang hari tanpa mengalami datangnya malam. Itu pas tanggal 25 Desember. Pada proses itulah perayaan Saturnalia dirayakan dengan pesta pora, hura-hura, mabuk-mabukan, dan berbagai ritual amoral. Mereka menganggap bahwa ini adalah keajaiban alam yang dapat dibuat sang matahari. Itu sebabnya matahari dipuja sebagai Dewa Matahari.
Diadopsi Gereja
Ketika Byzantium berkuasa, kaisar Konstantinus Agung mengkonversi Kristen sebagai agama negara. Banyak gereja didirikan dan semua penduduk di daerah kekuasaan Romawi disuruh masuk Kristen. Maka terjadilah proses Sinkretisme antara agama lama dengan agama Kristen. Gereja mengadopsi kebudayaan masyarakat dengan harapan agar pengikutnya tetap jadi Kristen.
Itu sebabnya pada 355 M, Liberius, Bishop Katolik, memproklamirkan tanggal 25 Desember yang tadinya diperingati sebagai lahirnya Dewa Matahari, mulai saat itu diubah jadi peringatan hari lahirnya Yesus Kristus. Liberius mengaitkan perayaan Saturnalia dengan Yesus sendiri. Dia mendasarkan keputusannya atas keyakinan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Dewa Matahari itu. Maka disimpulkan bahwa Yesus adalah sumber segala terang. Bahkan tertulis dalam Injil bahwa Yesus mengaku: ?Aku adalah Terang Dunia?.
Dengan demikian, jelaslah bahwa peringatan Natal Yesus Kristus 25 Desember itu bukan ajaran Yesus, tik ada dalam kitab suci, hanya meniru ajaran agama kafir sebelumnya.
Natal Sang Immanuel
Salah satu ayat yang sering dijadikan motto dalam peringatan Natal adalah Injil Matius 1:23 ?Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan dia Immanuel, yang berarti: Allah menyertai kita?.
Ayat tersebut menubuatkan bahwa bayi yang dikandung Maria itu nantinya akan diberi nama Immanuel. Padahal, selama hidupnya Yesus tidak pernah dipanggil Immanuel. Bahkan pada hidupnya pun Yesus tidak mengatakan Immanuel (Allah menyertai kita). Menurut cerita Bibel, ketika menghembuskan nafas terakhir di tiang salib Yesus justru berteriak: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku ? (lihat Injil Matius 27:46).
Kelahiran Yesus versi Al Quran
Al Quran memberikan isyarat kelahiran Nabi Isa di Palestina sebagai berikut:
?Goyang-goyangkanlah pohon kurma itu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan buahnya yang masak untukmu? (Qs. Maryam 25). Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Nabi Isa lahir pada musim buah korma. Di Palestina, buah korma bisa masak ketika musim kemarau, yaitu sekitar bulan Agustus sampai dengan awal September. Mustahil Nabi Isa lahir bulan Desember, karena bulan Desember adalah musim dingin yang tidak akan membuahkan musim buah korma masak. Maka jika ada umat Islam yang turut merayakan Natal atau mengucapkan selamat Natal atas kelahiran Yesus, berarti dia mengingkari Al Quran surat Maryam 25. (Sabili)
Sunday, November 23, 2008
DARI RUSIA
| Kalangan Muda Tatarstan Ramai-ramai Memeluk Islam | | | |
| Toko pakaian di seberang masjid itu menjual aneka ragam pakaian. Dari celana jeans hingga T-sirt. Tetapi juga menyediakan para pelanggan yang ingin membeli pakaian muslim dan warna-warni jilbab. Di Tatarstan, pemandangan anak-anak muda berpakaian khas muslim dan meninggalkan pakaian ala Barat mulai nampak di mana-mana. Lebih dari sekedar trend fasion, , kecenderungan mencerminkan gelombang minat yang amat tinggi berislam bagi kalangan muda, terutama dari sebagian besar daerah Islam. "Anak-anak muda sedang mencari sesuatu yang lebih, sesuatu yang lebih dalam dari sekedar klab malam, alkohol dan seks," ujar Eliza. Pramuniaga berusia 22 tahun ini mengenakan jilbab biru yang dibungkus dengan jaket dan rok hitam. Menurutnya, banyak anak yang muda Tatar --yang melacak garis keturunan mereka kepada sekumpulan bangsa Mongol yang menyebrang ke Rusia antara abad ke-12 sampai 13—sebagaimana cara khas pakaiannya yang menggunakan pakaian Islam. Tumbuh permintaan pakaian Muslim telah memungkinkan pemilik toko Ildar Gubaydullin untuk membuka dua toko di pusat ibukota Tatarstan selama dua bulan lalu . Namun di pusat kota Kazan, di mana pencakar langit bercampur campuran dengan arsitektur Rusia, kubah gereja kaum ortodox Rusia dan menara masjid, kecenderungan seperti itulah tidaklah begitu nampak. Kristen Ortodox Rusia merupakan kelompok kedua terbesar di Tatarstan.Meski demikian, anak-anak muda Tatar sedang berbalik pada Islam. Masih banyak orang masih memakai celana jeans biru, namun jilbab adalah pemandangan yang biasa. "Di mana-mana, sekarang ini, di universitas, di) sekolah," ujar Dzhamila, gadis berusia 18 seperti dituturkan pada The Associated Press (AP), Selasa, (30/8) kemarin. Pavel Chikov, (27) membenarkan. Belakangan ini minat terhadap Islam menjadi kebiasaan baru --sejak empat tahun lalu-- itu dicerminkan tidak hanya di dalam hal pakaian, tetapi juga larisnya makanan yang disajikan menurut Islam, khususnya makanan halal.. "Ini suatu proses alami. Tak seorangpun memaksa atas pada kami," ujarnya. Menurutnya, wajah Islam mulai nampak di publik. Sebuah masjid megah, Qol Sharif telah berdiri bulan Juni lalu . Universitas Islam telah dibuka lima tahun lalu. Sejak Soviet bangkrut, ujar Khakimov, hampir tiga belas sekolah Islam berdiri. Saat peresmian masjid Qol Sharif, bukan Juni lalu, pimpinan Dewan Muslim Tatarstan, Iskhakov Gusman Gumerovich, sempat menyatakan, pembangunan masjid dan revitalisasi masjid-masjid 'mati' di Tatarstan adalah penanda semangat Islam telah lahir kembali di negaranya. Pembangunan kembali masjid tak hanya dilakukan di Kazan, tetapi juga 29 wilayah lain di negara itu. Umumnya, masjid-masjid 'mati' atau yang telah berubah fungsi dikembalikan lagi sebagai pusat ibadah kaum Muslim. ''Masjid adalah pusat pencerahan. Masjid akan menyatukan umat dan meningkatkan pendidikan moral, terutama bagi generasi muda,'' ujarnya. Semangat berislam warga Tatarstan adalah juga cerminan ghirah berislam di beberapa negara bekas Uni Soviet. Bahkan di Rusia, dari hari ke hari makin banyak warganya yang memilih pindah ke agama Islam meski sikap anti-Islam juga terus berlangsung. Sekitar 20 ribu orang telah menjadi mualaf sejak periode Januari hingga Oktober tahun 2004. Angka itu, hanya di ibukota Moskow saja. Pada periode yang sama tahun 2002, sekitar 12.450 orang telah menyatakan diri sebagai Muslim. (The Moscow Time.com/AP/hid/cha) |





